Catatan MaHe

how to keep us ‘humanized’.

The best thing we supposed to do as human being is, keep contact with peoples who loving us.

Kemaren adalah kepulangan Ladig a.k.a Triani Derista ke Tasikmalaya. She is one of my besties from senior high.

Kepulangan kali ini adalah for good, karena dia udah menamatkan pendidikan sastra germannya di UNY.

Singkat cerita dia minta bantuan jasa nganterin ke tempat kostnya selama sma, berhubung udah lama juga kita ngga ketemu, aku anterin naek motor sembari ngobrol-ngobrol.

Satu hal yang bikin aku surprise adalah, dia yang memiliki karakter keras dan sedikit sassy, ternyata memiliki penghormatan dan rasa kepemilikan yang tinggi dan juga inisiatif silaturahmi yang bagus. Ketika sampai di rumah si pemilik kost, ketemu dengan seorang ibu-ibu dengan panggilan Emih, yang merupakan ibu kostnya. Mereka terlihat akrab dan dari pembicaraan yang aku tangkap, sudah saling mengenal dengan orang tua ladig. Dan ladig pun berbicara dengan takzim selayaknya dia berbicara pada ibu sendiri.

Hal ini membuat aku kagum, Triani bukan hanya sekedar sassy girl, dia perempuan yang menganggap penting orang baik yang pernah singgah dalam hidupnya, meskipun hanya selewatan. Dan ini merupakan pelajaran yang sangat berharga buatku.

Dan aku jadi berpikir… Apakah aku udah menjadi manusia yang baik, dengan menjaga silaturahmi terhadap orang-orang yang menyayangi dan pernah singgah di kehidupanku?

Yang pasti aku akan selalu berusaha menjalin hubungan meski lewat sms. Tapi sejauh ini karena alasan teknis, aku masih belum optimal melakukannya…

Semoga aku selalu diberi kesempatan dan kemudahan untuk mempertahankan kebaikan itu.