Catatan MaHe

Sahabat, janganlah marah-marahan. ( what a childish title…)

tengah terjadi konflik di dalam tubuh persahabatan kami. hal ini muncul entah dari mana awalnya, apa pemicunya, dan siapa yang patut disalahkan, karena semuanya begitu absur. tiba-tiba saja satu persatu mengeluh kepadaku, bahwa aku di diamkan si B, dan si A bilang si B tidak pernah menjawab sms ku. apa yang salah? tiba-tiba saja si B juga melaporkan bahwa si C ssekarang sudah tidak bisa dihubungi lagi, di telp tidak pernah di angkat, apalagi sms.

.:: Al, Em, Badhot, Pan ::.

.. terlalu banyak kenangan teramat manis, yang benar2 manis diantara kami. kenangan indah kami semasa sma, yang menurutku tidak wajar dialami oleh anak2 sma. kenangan kami lebih emosional dan dalam, penuh dengan pelajaran berharga, meski tidak sampai berurai air mata.

Kami menjadi dewasa dengan saling mencela, saling menyayangi dengan mencaci, mempererat persahabatan dengan saling menertawakan, kami mencintai satu sama lainnya, atas nama persahabatan.
masih dapat kuingat dengan jelas, ketika badhot menyundutkan bara sebuah batang pohon yang dia ambil dari gundukan api unggun kerambutku, ketika kami berkemping di gunung golkar. aku sempat marah dan ingin membalasnya, tapi tidak berhasil karena dia sangat gesit. tapi marahku hanya ketika itu saja. ketika itu rani, triani, pan-pan, badhot, aku, yanni, rini, dan sebagian lagi aku lupa, berakhir pekan digunung golkar, di sebuah kabupaten di kota tasikmalaya. sebenarnya ini adalah bukit, namun banyak orang menyebutnya gunung. bukit ini dulu lumayan bersih, namun semenjak banyak pedagang yang ikut naik dan berjualan disana, ditambah lagi pelaku wisata yang tidak tahu diri dengan membuang sampah sembarangan, membuat keadaan nya menjadi menyedihkan.
suasananya padahal sangat nyaman. banyak yang menyempatkan berakhir pekan sambil memadu kasih dengan pasangan di gunung ini.
momen itu sangat indah.. ingin aku mengulang lagi tertawa sampai perut sakit berasma mereka. melakukan hal-hal konyol yang menurut orang lain terlampau keji namun tidak bagi kami. 😀
aku merindukan mereka yang dekat dihati.. pengobat kesedihan, teman ketika kesepian dan ditinggalkan. namun keadaan sekarang sudah teramayt sulit karena kita sudah menjadi manusai dewasa. dan jika aku sedang bete.. aku selalu menganggap bahwa menyebalkan sekali menjadi dewasa itu?