Catatan MaHe

Pak Alwi Tak sakti lagi.

sebuah kata yang bisa aku ucapkan ketika menyuapkan gado-gado itu: ‘ Amazing’. ketika pertama kali aku mencicipi gado-gado itu, seolah seluruh rasa di dunia tidak ada yang menandinginya. legit, kental, aroma kacang mete berbaur indah dengan rasanya, belum lagi letupan kencur yang hangat dilidah, disertai dengan sensasi rasa tahu dan tempe yang dipotong kecil-kecil mewarnai semaraknya campur aduk sayuran itu. its about one year a go. aku masihsa ja mempromosikan ke
orang-orang, bahwa ada penjual gado-gado sakti bernama Pak Alwi di belakang Panin Bank. Namun.. kini pak alwi sudah tidaksakti lagi.. gado-gado nya kini serasa basi, bahkan tidak mampu menandingi milik Boplo. warnanya pucat pasi, dengan aroma mete yang sudah tika dapat di kecap lagi. perut buncitnya sudah sedikit kempis, tangannya tidak sekekekar dahulu.
waktu telah memamah keahliannya di sunting oleh rentanya usia senja. sang adik yang setia menemani, kini sudah tidak disampingnya lagi membantu meracik bumbu. mungkin oleh sebab itu gado-gado nya tidak selezat dahulu..