Catatan MaHe

mungkin ini bahagia.

Udah sekitar satu jam gue ngutak-atik keyboard mencari padanan kata yang enakeun untuk memulai tulisan ini. Entahlah, satu sisi ada beberapa emosi yang dituangkan. Cuman kok susah banget mendeskripsikan gejolak dalam kepala ini menjadi tulisan yang ngalir dan enak dibaca. Mungkin karena udah ngantuk juga kali ya. Atau karena malas? Bisa dua-duanya.

Pikiran sih karena taun ini (dan juga beberapa taun sebelumnya) kok jarang banget update blog, padahal 2012 udah mau ganti lagi. Dan hey, kiamat batal manggung! Bumi cuek keliling matahari dan manusia-manusia songong yang kelewat yakin sekarang tengah sekarat menanggung malu. Dan jujur, gue sempet takut juga sih waktu pertama denger ramalan ini di tahun 2010. Betapa kagak, di gramedia buku-buku yang ditulis banyak sekali profesor dan ahli penelitian seolah ngasih tau bahwa kita cuman punya sisa waktu makan dan berak di bumi sekitar sisa dua taun lagi. Iye, gue payah sempet percaya hal begonoan. tapi gue yakin di awal orang-orang denger dan tau perihal ramalan histeria kehancuran dunia ini, apalagi didukung pembeberan fakta yang seolah ilmiah di berbagai media baik lokal atau internasional, seenggak nya ada lah riak kengerian mah barang sedikit. Iya kan? Iya kan?

Anyway. Tadi gue dengerin beberapa lagu korea. Super Junior SNSD dan 2ne1. Dan satu cerita flashback, dulu pertama kali K Pop booming, gue sempet  diam-diam ngasih reaksi skeptis dan ngerasa ‘apasih-ini-berlebihan-banget reaction kind of thing. Tapi seiring berjalannya waktu dan banyak bersentuhan dengan orang yang menggambarkan kegilaan mereka terhadap K-Pop, (salah satunya Nutty, Jazzy sama Kalia yang kalo betiga udah ngobrolin Otooke-daebak-aigooo thingy, gue akhirnya mulai membuka diri dan mencoba menikmati juga. Dan hey! Yang dulu awalnya ngerasa anti banget, sekarang gue bisa ikut bersenandung dan berjingkrak girang! Gue ngerasa senang dan bahagia dengerin lagy itu. Aigooooooo XD Antara geli dan malu sendiri, gue sebenernya kagum juga saat menyadari bawa ternyata gue bisa loh sepenuhnya menikmati K-Pop. Meskipun telat.  Emang sih ada faktor lain yang membuat gue bisa menerima genre lagu aroma kimchi itu. Adalah drama-drama rom-com entah itu Filmnya ataupun series yang selalu berhasil bikin gue cenat cenut saat ngikutin ceritanya.

Dan tiba-tiba jadi kepikiran, ternyata ini toh caranya mendapatkan kebahagiaan? Cukup dengan mengubah mindset dan berhenti bersikap skeptis terhadap suatu hal? Ya ini aja contoh kongkritnya. Gue sempet AGAK sebel sama lagu-lagu korea yang gue anggap terlalu berlebihan dan menganggap biasa-biasa aja. Tapi setelah sedikit demi sedikit membuka hati dan telinga, gue ternyata bisa dengan senang hati menerima dan menikmatinya. Rasanya bahagia dan menyenangkan.

Akhirnya ketemulah satu kesadaran. Bukannya hidup adalah sebuah pencarian kesenangan dan kebahagiaan? Maka dari itu kenapa kita mesti menunggu sesuatu yang besar buat bahagia? padahal kebahagiaan dan kesenangan itu datang saat kita bisa menikmati hidup kan?

Untuk sebagian besar orang memang mungkin dalam menikmati hidup diperlukan alat-alat khusus yang harus ditebus dengan rupiah. Tapi kalau kita menyadari hal-hal apa yang bisa membangkitkan kesenangan dalam diri kita, kenapa tidak segera lakuin aja? Dan mungkin, saat kita skeptis dan antipati terhadap sesuatu hal, kenapa enggak kita coba dulu berhenti nyinyir dan coba nikmati sedikit demi sedikit, siapa tau ternyata hal itu bisa jadi sumber kesenangan dan kebahagiaan kecil yang bisa kita pake saat kepala kita kehabisan stock bahan keceriaan?

Untuk sebagian orang, kebahagiaan adalah menonton dan menyenandungkan lagu-lagu india.
Untuk sebagian orang kebahagiaan adalah berderai air mata dan tawa menonton komedi romantis.
Untuk sebagian orang kebahagiaan adalah leyeh-leyeh sambil makan pisang goreng.,
Untuk sebagian orang kebahagiaan adalah berhasil dapet skor Line Pop tertinggi.
Untuk sebagian orang kebahagiaan adalah memandangi hujan sore hari di jendela ditemani segelas teh atau kopi.

Kebahagiaan bisa banyak ditemukan di berbagai hal kecil yang tidak terduga.

Dan sekarang mungkin aku akan mulai semakin menyukai Nikita Willy. Kaching!